Tuesday, April 9, 2013

7 Mitos SEO Yang Keliru

Seo

Search Engine Optimization (SEO) sudah cukup kompleks dengan berbagai teknik, strategi dan optimasi yang mesti dilakukan. Dengan banyak mitos yang bermunculan di sekitarnya akan membuat hidup Anda lebih sulit. Berikut adalah 7 mitos yang akan membantu memisahkan fakta dari fiksi ketika bicara tentang SEO.

1. Anda harus berada di 3 teratas hasil pencarian

Banyak yang percaya bahwa kesuksesan SEO adalah manakala websitenya muncul di tiga atau empat tempat teratas pada halaman pertama hasil pencarian Google. Tapi hal ini tidak lagi benar. Pada halaman kedua dan ketiga dari hasil pencarian, link hasil pencarian masih mampu menghasilkan jumlah klik yang berarti. Dalam beberapa kasus, menjadi peringkat ke-11 mungkin sebenarnya lebih baik daripada menjadi peringkat ke-9. Karena terkadang, peringkat kemunculan tidak jadi faktor utama user mau meng-klik. Faktor lain yang bisa menentukan adalah ketika hasil pencarian disertai rating atau gambar profil si penulis.

Sebagai contoh, hasil pencarian "resep pepes ikan kembung" berikut,

Hasil Pencarian Resep Pepes Ikan Kembung

Hasil pencarian dari masaksendiri.com bisa jadi lebih menarik untuk diklik dibanding hasil pencarian di atasnya, karena menyertakan rating.

2. URL Anda harus mengandung kata kunci

Di masa lalu, kata-kata dalam nama domain (URL) merupakan faktor utama dalam penentuan hasil pencarian, sehingga webmaster selalu memilih nama domain yang penuh dengan kata kunci potensial target mereka. Namun Google ternyata lebih bijak dan pintar, karena algoritma mesin pencari Google saat ini telah menurunkan relevansi URL ini dalam menentukan rangking pencarian, karena pada kenyataannya banyak website yang biarpun memiliki nama domain penuh dengan kata kunci potensial, namun isinya sama sekali tidak relevan (spam).

3. Meta tag sangat penting

Google juga dulu menggunakan informasi pada metadata dalam menghitung rangking sebuah website, namun sekarang sudah tidak lagi. Namun biarpun begitu, Google masih menggunakan informasi metadata ini untuk disertakan pada hasil pencarian, yaitu di bawah judul dan link. Sehingga metadata masih tetap penting untuk menarik perhatian user untuk mengklik. 

4. Jumlah inbound link Adalah Segalanya

Jumlah inbound Link (link eksternal yang menuju website kita) pernah menjadi faktor utama dalam rangking pencarian, tapi sekarang tidak lagi sesederhana itu. Inbound link memang masih tetap digunakan sebagai penentuan rangking pencarian, tapi harus disertai dengan kata-kata yang juga relevan antara yang me-link dengan link tujuannya. Jadi asal menyertakan link di sembarang website yang tidak relevan sama sekali tidak memberi dampak untuk SEO.

5. Menggunakan kata kunci yang sama persis berulang-ulang dalam konten

Kata kunci adalah tulang punggung SEO, tetapi Anda perlu hati-hati, karena penggunaan kata kunci yang sama berulang-ulang dalam sebuah konten (keyword-stuff) akan menurunkan kualitas konten Anda, bukan hanya pada pembaca/pengunjung, tapi juga di mata mesin pencari. Sebab algoritma Google saat ini sudah sedemikian canggih sehingga bisa mendeteksi adanya perulangan kata kunci tidak perlu. Dan kalaupun Anda berhasil mengakali Google, penggunaan kata kunci berlebihan dalam konten sehingga menimbulkan kalimat yang aneh dan tidak jelas akan membuat pengunjung website Anda jadi bingung dan tidak percaya lagi dengan Anda.

6. Anda dapat mengelabui Google

Beberapa orang tampaknya berpikir bahwa SEO hanya tentang bagaimana menipu Google, menekan tombol yang tepat untuk sebuah formula ajaib yang akan membuat situs mereka ke puncak hasil pencarian.  Namun mereka tidak tahu, Google juga menghabiskan jutaan atau mungkin milyaran dollar untuk membuat algoritma mesin pencari mereka lebih pintar, yang bisa dengan secara akurat menilai sebuah halaman yang informatif, relevan, dan terhubung, yang tidak dapat diakali dengan mudah.

7. SEO tidak membantu pengguna

Biarpun praktisi SEO lebih sering bekerja dari belakang layar, SEO ternyata juga telah berkembang menjadi alat yang sangat berguna bagi pembaca dan pengguna. Dengan semakin pintarnya algoritma mesin pencari seperti Google, praktisi SEO mau tidak mau mesti mengoptimasi website bukan hanya untuk mesin pencari, tapi juga untuk pengguna atua pembaca. Bahkan bisa dikatakan, optimasi mesin pencari (SEO) saat ini sudah tidak bisa dilepaskan dari optimasi website untuk pengunjung.

 

 

Monday, April 8, 2013

Meningkatkan Kredibilitas Website Melalui Pencarian & Media Sosial

Search engine marketing

Siapapun bisa membuat sebuah website. Siapapun dapat membuat akun Twitter, memulai sebuah blog, atau meluncurkan halaman Facebook Fan. Dan siapa pun - mulai dari gadis 13 tahun sampai pria usia 45 tahun - bisa berpura-pura menjadi seorang wanita 20 tahun yang menarik dan seksi di Internet.

Yap, dalam dunia internet, sampah (spam) dan penipuan sudah wajar terjadi.

Mesin pencarian (search engine) pun tidak berbeda. Sering kita lupa bahwa mesin pencari tidak hanya alat untuk membantu kita menemukan artikel, berita atau resep masakan. Mesin pencari juga merupakan sebuah bisnis yang kesuksesannya bergantung pada hasil pencarian yang sah dan relevan.

Kegagalan mesin pencari untuk memberikan hasil pencarian yang diinginkan pengguna, akan mengakibatkan pengguna lari dan meninggalkannya.

Tentu, Google, Bing, dan Yahoo semua ingin memastikan mereka hanya memberikan hasil pencarian yang dapat dipercaya dan sah untuk pengguna mereka. Untuk memastikan kualitas tersebut, mesin pencari bekerja ekstra keras untuk menentukan kredibilitas sebuah situs, dan menentukan apakah situs tersebut layak untuk ditampilkan sebagai hasil pencarian.

Secara teoritis, semakin Anda menyenangkan dan mendapatkan kepercayaan dari pengunjung masa lalu Anda, semakin besar kemungkinan Anda akan menyenangkan dan mendapatkan kepercayaan dari pengunjung baru. Tapi bagaimana robot pencari (searchbot) mengukur konsep abstrak kredibilitas ini seperti halnya manusia?

Faktor Untuk Meningkatkan dan Mengukur Kredibilitas Website

Mesin pencari mengevaluasi berbagai faktor dalam menentukan kredibilitas situs Anda. Yang telah kita tahu selama bertahun-tahun adalah,

  • In-Link
    Mesin pencari melihat in-link (link yang mengarah ke website Anda dari situs eksternal) sebagai tanda-tanda kredibilitas situs Anda. In-link seperti bentuk "jaminan" seseorang terhadap Anda. Semakin sukses dan kredibel situs yang memberi in-link ini, semakin baik kredibilitas situs Anda di mata Bing dan Google.
  • Out-link
    Berbeda dengan in-link, out-link adalah link di situs Anda yang me-link ke situs eksternal. Jika link Anda rusak atau situs eksternal tidak relevan atau ketinggalan jaman, peringkat pencarian Anda bisa ikut anjlok.
  • Situs yang bersih dan bebas dari error
    Gambar yang hilang (broken image), kesalahan ejaan, atau error 404 (laman tidak ditemukan)  adalah tanda miskinnya kredibilitas sebuah situs.
  • Jumlah Pengunjung
    Secara teoritis, semakin banyak pengunjung yang Anda dapatkan, semakin relevan situs Anda untuk pencarian.
  • Website dengan navigasi jelas dan mudah
    Sebuah situs yang mudah digunakan dan memiliki navigasi jelas akan dapat meyakinkan pengunjung baru menilai situs Anda memang berisi informasi yang mereka butuhkan. Jika situs Anda sulit atau membingungkan untuk menavigasi, bounce rate situs Anda (persentase pengguna yang segera meninggalkan situs Anda) akan lebih tinggi - yang menunjukkan ke mesin pencari bahwa situs Anda tidak cocok buat ditampilkan di hasil pencarian.
  • Sitemap XML
    Sama halnya dengan navigasi yang jelas untuk ukuran manusia, website Anda juga harus sama mudahnya dinavigasi untuk search spider. Untuk itu, sitemap XML bertindak sebagai "peta jalan" yang mengarahkan bots bahwa setiap halaman situs Anda saling berhubungan, yang memungkinkan mereka untuk mengindeks halaman Anda lebih cepat dan akurat.

Media Sosial Sebagai Faktor Baru Yang Mempengaruhi Kredibilitas Website

Untuk waktu yang lama, SEO dan media sosial adalah dua departemen yang terpisah satu sama lain. Sebuah perusahaan yang sukses memiliki tim media sosial dan tim SEO yang keduanya jarang berbaur. Ini masuk akal: SEO berbicara tentang bagaimana orang menemukan merek Anda, sementara media sosial berbicara tentang bagaimana menjaga orang-orang yang sudah menemukan merek Anda. SEO memberikan umpan, sementara media sosial menjaga ikan yang sudah tertangkap agar tidak lari.

Namun saat ini, SEO dan media sosial tidak dapat dipisahkan. Pelanggan dapat dengan mudah menemukan informasi sebuah perusahaan lewat link yang ia dapatkan di Twitter, dan link-link di media sosial tersebut ikut meningkatkan SEO perusahaan. Seperti dikutip SEOMoz, media sosial kini memiliki kemampuan untuk mempengaruhi hasil pencarian Anda di mesin pencari.

Media Sosial Menempatkan Kembali Manusia Sebagai Penentu Hasil Pencarian

Memasukkan faktor sosial ke dalam pencarian memiliki satu keuntungan besar bagi pengguna, yaitu memungkinkan manusia, bukan algoritma komputer atau robot, memiliki suara dalam menentukan hasil pencarian.

Coba saja, jika Anda mendapatkan dua buah link hasil pencarian, yang satu dipilihkan untuk Anda berdasarkan kepadatan kata kunci (keyword density), sementara yang lain dianggap relevan oleh 10.000 pengguna lain, mana yang akan Anda klik?

Oleh karena itu, tombol Google +1 memberikan kesempatan pada setiap pengguna dengan akun Google untuk secara publik menjamin sebuah link. Hal yang sama berlaku untuk media sosial lain, sebelum Twitter dan Facebook, hanya penulis konten dan pemilik situs yang memiliki kekuatan untuk mengirim-link ke situs lain, hari ini, siapa pun dengan akun media sosial dapat berbagi (dan dengan demikian "suara" untuk menjamin) setiap link.

Memang, konsep SEO sosial masih relatif baru, tapi saya yakin teknologi pencarian di masa depan akan lebih banyak ke arah sana. Faktor-faktor seperti jumlah follower penulis konten, jumlah retweet sebuah link, jumlah like dari Facebook Page, jumlah share di media sosial lain, adalah berbagai faktor yang akan menentukan kredibilitas website.

Saturday, April 6, 2013

6 Alasan UKM Harus Fokus pada Pencarian Dan Bukan Pada Media Sosial untuk Akuisisi Pelanggan

Search engine marketing

Saat ini Media Sosial selalu mendapat pujian banyak orang, dan umumnya memang untuk alasan yang tepat. Perusahaan Fortune 500 menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi alat pemasaran yang sangat efektif, terutama untuk membangun kesadaran merek (brand awareness) dan keterlibatan (engagement) pelanggan. Tapi se-efektif apakah media sosial dalam melakukan akuisisi pelanggan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM)?

UKM saat ini semakin giat melakukan pemasaran pada media sosial sebagai alat akuisisi pelanggan, sementara kurang melakukan investasi pada pemasaran pencarian (search marketing). Berikut adalah enam alasan mengapa hal ini adalah keliru, dan mengapa UKM harus fokus pada pencarian, bukan media sosial untuk mendapatkan pelanggan baru.

1. Pencarian Dapat Mempertemukan UKM Dengan Calon Pelanggan Potensial Yang Belum Akrab Dengan Brand/Merek UKM Tersebut

Tidak seperti perusahaan Fortune 500, sebagian besar UKM tidak memiliki sumber daya cukup untuk berinvestasi dalam kampanye kesadaran merek (brand awareness campaign) yang bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk mulai memberi hasil nyata. Akuisisi pelanggan baru adalah tujuan utama UKM, dan pencarian memungkinkan UKM untuk mendapatkan calon pelanggan potensial yang mungkin belum akrab dengan merek mereka, tetapi membutuhkan produk atau jasa mereka.

Sementara pencarian organik membutuhkan waktu, pencarian berbayar memungkinkan UKM untuk mendapatkan calon pelanggan potensial dalam waktu singkat, yaitu dengan iklan yang relevan secara kontekstual dengan apa yang calon pelanggan cari. Jadi, tidak masalah jika calon pelanggan tidak mengenali nama perusahaan yang mengiklankan, karena buat mereka yang terpenting adalah menemukan produk/jasa/solusi yang sedang mereka butuhkan.

2. Pencarian Memiliki Kemungkinan Lebih Besar Untuk Mengubah Pengunjung Menjadi Pelanggan

Perlu difahami, bahwa orang menggunakan media sosial untuk bersosialisasi, sementara orang menggunakan mesin pencari ketika mereka ingin menemukan sesuatu.

Coba saja, kapan terakhir kali Anda pergi ke Twitter untuk mencari diskon dari barang tertentu? Sekarang, kapan terakhir kali Anda menggunakan Google untuk menemukan toko yang menjual barang yang sedang Anda butuhkan?

Fakta bahwa mesin pencari seperti Google secara aktif menampilkan produk atau jasa yang Anda tawarkan pada halaman hasil pencarian, membuat pengguna mesin pencarian jauh lebih mungkin untuk menjadi pelanggan Anda daripada seseorang yang hanya menyukai halaman Facebook Anda.

Orang yang menyukai halaman Facebook Anda mungkin pada akhirnya menjadi pelanggan, tapi kemungkinan besar mereka sebenarnya tidak menyukai halaman Facebook Anda, karena pada awalnya mereka hanya ingin membeli tapi tidak menemukan tombol lain kecuali tombol "like".

3. Pencarian Memungkinkan Pelanggan Mencari Lokasi Usaha Anda Dengan Mudah

Mesin pencari memudahkan orang untuk menemukan informasi seperti nomor telepon dan arah ke lokasi bisnis lokal pada perangkat mobile. Bahkan, menurut Google, 88 persen dari orang-orang yang mencari informasi lokal dengan smartphone mengambil tindakan dalam sehari, seperti menelepon atau mengunjungi bisnis lokal.

Selain itu, 77 persen pengguna smartphone menggunakan perangkat mereka untuk pencarian. Jadi, biarpun Anda tidak menargetkan basis pelanggan lokal khusus, pencarian mobile memberikan kesempatan lebih besar untuk mendapatkan calon pelanggan baru.

4. Pemasaran Media Sosial Tidaklah Mudah

Beberapa UKM cenderung tertarik ke media sosial karena mereka merasa cara ini lebih mudah dan murah, sementara pemasaran pencarian (search marketing) sebagai kebalikannya. Namun kenyataannya, kampanye media sosial tidaklah semudah yang mereka pikir, terutama jika tujuannya adalah akuisisi pelanggan baru.

5. Media Sosial Menghasilkan Trafik Pengunjung Lebih Sedikit Dibanding Pencarian

UKM yang mengandalkan website sebagai alat untuk akuisisi pelanggan, tentunya sangat membutuhkan banyak pengunjung. Data membuktikan, media sosial menghasilkan trafik pengunjung yang sangat sedikit dibanding pencarian, baik itu pencarian organik maupun pencarian berbayar.

Data dari Adobe menunjukan dari milyaran pengunjung pada 500 toko retail saat musim liburan, hanya 2 persen kunjungan berasal dari media sosial, sementara 34% berasal dari pencarian,

2012 holiday ecommerce traffic sources

6. Pencarian Adalah Alat Akuisisi Pelanggan Yang Terbukti Efektif

Sedikit sekali argumentasi di luar sana yang menyangkal efektivitas pencarian sebagai alat akuisisi pelanggan, baik itu pencarian organik maupun pencarian berbayar. Sebaliknya, masih banyak perdebatan tentang hubungan antara "likes" dan niat pembeli, juga efektivitas media sosial secara umum sebagai alat akuisisi pelanggan. 

Ketika bekerja dengan sumber daya dan anggara terbatas, seperti umumnya pelaku UKM, adalah bijak untuk menggunakan alat yang terbukti efektif untuk melakukan akuisisi pelanggan baru.

Thursday, April 4, 2013

Off Page SEO

Seo

Kalau sebelumnya sudah saya jelaskan tentang On-Page SEO, kali ini saya akan coba berbagi strategi berikutnya dari SEO yaitu Off Page SEO.

Off Page SEO adalah strategi SEO yang dilakukan dari sisi luar/eksternal website/blog yang bertujuan untuk meningkatkan performa website dalam hasil pencarian mesin pencari. Inti dari Off-Page SEO adalah membangun dan mengontrol bagaimana pihak luar melihat website/blog kita, dalam konteks SEO adalah mengontrol dan memaksimalkan website luar memasang link ke website/blog kita.

Adapun hal-hal yang biasa dilakukan pada Off-Page SEO adalah sebagai berikut,

  • Mendapatkan link ke website/blog Anda dari website lain yang memiliki rangking tinggi. Ini sebenarnya inti dari Off-Page SEO, strategi yang juga dikenal dengan istilah backlink.
  • Menggunakan social bookmarking, seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, Pinterest dan lain-lain, yang memungkinkan pengunjung website Anda men-share isi/postingan website/blog ke jejaring sosial tersebut.
  • Memasukan link ke social bookmarking seperti delicious.
  • Memasukan link ke aggregator seperti Digg, InfoGue, Lintas.me dan lain-lain.
  • Link Baiting, yaitu dengan rajin-rajin menyertakan link ke website/blog lain dengan harapan mereka me-link balik ke website/blog Anda.
  • Photo sharing, khususnya ketika website/blog Anda memiliki banyak gambar, Anda bisa men-submit gambar Anda ke situs seperti Pinterest atau Flickr.
  • Video Sharing, yaitu dengan memasukan video Anda ke situs video sharing seperti YouTube atau DailyMotion. Tentunya Anda mesti memastikan untuk menyertakan link ke website/blog Anda.
  • Press Release, sehingga jurnalis/reporter memberitakannya ke media online mereka, yang biasanya menyertakan link juga ke website/blog Anda.
  • Rajin memberi jawaban pada situs seperti Yahoo Answer atau Quora dengan menyertakan link ke website/blog Anda. Jadi pastikan juga website/blog Anda memiliki jawaban lebih detil dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.
  • Rajin berdiskusi ke forum-forum seperti Kaskus, StackOverflow dan lain-lain dengan menyertakan link ke website/blog Anda.
  • Guest Blog, yaitu mengundang blogger lain menulis di blog Anda, harapannya blogger tersebut memasang link postingannya di blog-nya.

Dan masih banyak lagi cara lain yang bisa Anda lakukan untuk Off-Page SEO ini. Intinya adalah bagaimana meningkatkan jumlah link balik ke website/blog Anda, karena dengan demikian mesin pencari seperti Google akan menganggap website/blog Anda cukup penting sehingga ditampilkan di halaman awal hasil pencarian.

Selamat mencoba.

Wednesday, April 3, 2013

On Page SEO

Seo

SEO (Search Engine Optimization) umumnya dibagi menjadi dua buah strategi optimasi, on-page optimization dan off-page optimization. Kali ini saya akan coba menjelaskan tentang yang pertama, yaitu on-page optimization.

On-page optimization atau On-page SEO adalah strategi optimasi mesin pencari yang memfokuskan pada blog/website atau halaman-halaman blog/website itu sendiri. Teknik ini dimulai sebelum membuat blog atau website, dari membuat tema website atau blog yang akan dibuat, sampai isi/content blog/website-nya.

Beberapa hal yang biasa dilakukan dalam on-page SEO ini adalah sebagai berikut,

  • Memilih nama domain yang sesuai dengan tema website.
  • Pastikan ukuran website atau blog Anda tidak terlalu besar ukurannya sehingga cepat diakses.
  • Pastikan isi website atau blog mempunyai struktur Heading Tag mulai dari H1 sampai H6, Ini bagian dari SEO Dasar Google.
  • Pastikan template website atau blog anda memiliki struktur URL yang SEO friendly.
  • Pastikan template website atau blog anda memiliki sistim navigasi dan sitemap yang baik.
  • Pastikan template website atau blog anda memenuhi aturan W3C.
  • Usahakan anda memiliki outbound link (link keluar) dibawah 100 link. 
  • Mengaktifkan tempat pengunjung untuk berkomentar karena ada sebagian anggapan dari para pakar SEO bahwa banyaknya komentar merupakan salah satu algoritma Google untuk pencarian.
  • Perhatikan keyword density (kepadatan kata kunci), misal website Anda bertema resep makanan, pastikan kata kunci "resep" ada di setiap halaman.
  • Isi/content harus relevan dengan tema utama website
  • Judul posting harus sesuai dengan isi
  • Pastikan setiap image memiliki ALT dan atau TITLE, sehingga mesin pencari khusus gambar bisa merayap dengan mudah.
  • Semua ini baru terlihat hasilnya dalam 6 sampai 12 bulan, jadi jangan buru-buru menyerah kalau website/blog Anda masih belum optimal dalam pencarian.

Selain hal-hal di atas, Anda juga mesti menghindari hal-hal berikut,

  • Duplikasi isi halaman. Pastikan setiap halaman atau posting blog berbeda satu sama lain isinya, biarpun temanya tetap sama sesuai tema keseluruhan website/blog.
  • URL berbeda untuk satu halaman yang sama.
  • Image yang berasal dari luar.
  • Duplikasi judul halaman

Juga mesti hindari strategi SEO yang bisa dianggap spam/sampah oleh mesin pencari, seperti:

  • Teks tersembunyi
  • Link tersembunyi
  • Kata kunci yang berulang-ulang

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Apa itu SEO




SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization. Search Engine Optimization kalau diartikan secara per kata ke bahasa indonesia kira kira adalah "Optimasi Mesin Pencari".

SEO (Search Engine Optimization/Optimasi Mesin Pencari) adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume/jumlah kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut.

Tujuan dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci (keyword) tertentu yang ditargetkan.

Secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.

Kunjungan Pengunjung melalui Mesin Pencari juga biasa disebut dengan "trafik alami" sedangkan pengunjung yang datang karna adanya sponsor atau ajakan kepada teman adalah kebalikan dari "trafik alami", dan yang terakhir ini tidak termasuk SEO walaupun berikutnya berpengaruh untuk SEO itu sendiri.

Blog ini adalah media untuk saya belajar tentang SEO dengan cara berbagi kepada Anda semua. Semoga bermanfaat.