Search Engine Optimization (SEO) sudah cukup kompleks dengan berbagai teknik, strategi dan optimasi yang mesti dilakukan. Dengan banyak mitos yang bermunculan di sekitarnya akan membuat hidup Anda lebih sulit. Berikut adalah 7 mitos yang akan membantu memisahkan fakta dari fiksi ketika bicara tentang SEO.
1. Anda harus berada di 3 teratas hasil pencarian
Banyak yang percaya bahwa kesuksesan SEO adalah manakala websitenya muncul di tiga atau empat tempat teratas pada halaman pertama hasil pencarian Google. Tapi hal ini tidak lagi benar. Pada halaman kedua dan ketiga dari hasil pencarian, link hasil pencarian masih mampu menghasilkan jumlah klik yang berarti. Dalam beberapa kasus, menjadi peringkat ke-11 mungkin sebenarnya lebih baik daripada menjadi peringkat ke-9. Karena terkadang, peringkat kemunculan tidak jadi faktor utama user mau meng-klik. Faktor lain yang bisa menentukan adalah ketika hasil pencarian disertai rating atau gambar profil si penulis.
Sebagai contoh, hasil pencarian "resep pepes ikan kembung" berikut,
Hasil pencarian dari masaksendiri.com bisa jadi lebih menarik untuk diklik dibanding hasil pencarian di atasnya, karena menyertakan rating.
2. URL Anda harus mengandung kata kunci
Di masa lalu, kata-kata dalam nama domain (URL) merupakan faktor utama dalam penentuan hasil pencarian, sehingga webmaster selalu memilih nama domain yang penuh dengan kata kunci potensial target mereka. Namun Google ternyata lebih bijak dan pintar, karena algoritma mesin pencari Google saat ini telah menurunkan relevansi URL ini dalam menentukan rangking pencarian, karena pada kenyataannya banyak website yang biarpun memiliki nama domain penuh dengan kata kunci potensial, namun isinya sama sekali tidak relevan (spam).
3. Meta tag sangat penting
Google juga dulu menggunakan informasi pada metadata dalam menghitung rangking sebuah website, namun sekarang sudah tidak lagi. Namun biarpun begitu, Google masih menggunakan informasi metadata ini untuk disertakan pada hasil pencarian, yaitu di bawah judul dan link. Sehingga metadata masih tetap penting untuk menarik perhatian user untuk mengklik.
4. Jumlah inbound link Adalah Segalanya
Jumlah inbound Link (link eksternal yang menuju website kita) pernah menjadi faktor utama dalam rangking pencarian, tapi sekarang tidak lagi sesederhana itu. Inbound link memang masih tetap digunakan sebagai penentuan rangking pencarian, tapi harus disertai dengan kata-kata yang juga relevan antara yang me-link dengan link tujuannya. Jadi asal menyertakan link di sembarang website yang tidak relevan sama sekali tidak memberi dampak untuk SEO.
5. Menggunakan kata kunci yang sama persis berulang-ulang dalam konten
Kata kunci adalah tulang punggung SEO, tetapi Anda perlu hati-hati, karena penggunaan kata kunci yang sama berulang-ulang dalam sebuah konten (keyword-stuff) akan menurunkan kualitas konten Anda, bukan hanya pada pembaca/pengunjung, tapi juga di mata mesin pencari. Sebab algoritma Google saat ini sudah sedemikian canggih sehingga bisa mendeteksi adanya perulangan kata kunci tidak perlu. Dan kalaupun Anda berhasil mengakali Google, penggunaan kata kunci berlebihan dalam konten sehingga menimbulkan kalimat yang aneh dan tidak jelas akan membuat pengunjung website Anda jadi bingung dan tidak percaya lagi dengan Anda.
6. Anda dapat mengelabui Google
Beberapa orang tampaknya berpikir bahwa SEO hanya tentang bagaimana menipu Google, menekan tombol yang tepat untuk sebuah formula ajaib yang akan membuat situs mereka ke puncak hasil pencarian. Namun mereka tidak tahu, Google juga menghabiskan jutaan atau mungkin milyaran dollar untuk membuat algoritma mesin pencari mereka lebih pintar, yang bisa dengan secara akurat menilai sebuah halaman yang informatif, relevan, dan terhubung, yang tidak dapat diakali dengan mudah.
7. SEO tidak membantu pengguna
Biarpun praktisi SEO lebih sering bekerja dari belakang layar, SEO ternyata juga telah berkembang menjadi alat yang sangat berguna bagi pembaca dan pengguna. Dengan semakin pintarnya algoritma mesin pencari seperti Google, praktisi SEO mau tidak mau mesti mengoptimasi website bukan hanya untuk mesin pencari, tapi juga untuk pengguna atua pembaca. Bahkan bisa dikatakan, optimasi mesin pencari (SEO) saat ini sudah tidak bisa dilepaskan dari optimasi website untuk pengunjung.
